Beranda > Umum > AMALAN-AMALAN YANG PAHALANYA BERLIPAT GANDA

AMALAN-AMALAN YANG PAHALANYA BERLIPAT GANDA

Oleh: Sulaiman bin Shalih al Kharasyi
Penerjemah: Farid bin Muhammad al-Bathothy

Setiap orang muslim diantara kita tentu menginginkan berumur panjang supaya bertambah kebaikannya. Seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tatkala beliau ditanya:  Siapakah orang yang paling baik itu? Beliau menjawab:

“Yaitu orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.” (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

Kehidupan di dunia ini merupakan tempat untuk menambah dan memperbanyak amalan-amalan yang baik agar manusia senang setelah kematian serta rela dengan apa yang ia kerjakan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan bahwa umur umatnya ini antara enam puluh sampai tujuh puluh tahun, mereka tidak seperti umur-umur umat sebelumnya. Akan tetapi Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam telah menunjukkan mereka kepada perbuatan maupun ucapan yang dapat mengumpulkan pahala yang banyak dengan amalan yang sedikit lagi mudah, yang dapat menggantikan manusia dari tahun-tahun yang berlalu kalau dibandingkan dengan umat-umat sebelumnya. Dan inilah yang dinamakan dengan “Al-A’maal Al-Mudha’afah” (amalan-amalan yang pahalanya berlipat ganda) yang tidak semua orang mengetahuinya.

Oleh karena itu saya hendak menyebutkan sebagian besar dari padanya pada tulisan yang singkat ini. Dengan harapan agar setiap orang diantara kita menambah umurnya (dengan amalan) yang produktif dalam kehidupan dunia ini. Agar tergolong dari orang-orang yang mengerti (untuk mengambil) selanya. (Kata pepatah): “Darimanakah bahu itu di makan”. Maka mereka memilih dari amalan-amalan tersebut mana yang paling ringan (dikerjakan) oleh jiwa dan paling besar pahalanya. Orang seperti ini bagaikan orang yang mengumpulkan permata-permata yang berharga dari dasar laut sementara manusia yang lain (hanya) mendapatkan ombaknya saja.

Berikut ini akan kami sebutkan amalan-amalan maupun ucapan-ucapan secara berurutan dan singkat, dengan disertai dalil dari setiap ucapan atau amalan yaitu dalil-dalil dari Kitabullah atau dari hadits-hadits yang shahih dan hasan. Allah-lah Yang Maha Pemberi taufiq untuk setiap kebaikan.

1. Silaturrahim
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezekinya, dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menyambung (tali) silaturrahimnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Berakhlaq yang mulia
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda yang artinya:

“Silaturrahim, berbudi mulia dan ramah pada tetangga (dapat) mendirikan kabilah dan menambah umur.” (HR. Ahmad dan Baihaqi).

3. Memperbanyak shalat di Haramain Syarifain
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Shalat di masjidku ini (Masjid Nabawi) lebih baik dari seribu (shalat) daripada yang lain kecuali Masjidil Haram, dan shalat di Masjid haram itu lebih baik dari seratus ribu (shalat) daripada yang lain.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

4. Shalat berjama’ah bersama imam
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Shalat berjama’ah itu lebih baik daripada shalat sendiri dengan dua puluh tujuh derajat.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Adapun perempuan shalat di rumah, dan hal itu lebih baik daripada mereka shalat di masjid, walaupun di Masjid nabawi. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ummu Humaid-salah satu dari shahabiyat- yang artinya:

“Aku tahu bahwa kamu senang shalat bersamaku, tapi shalatmu di rumahmu itu lebih baik bagimu daripada shalatmu di kamarmu. Dan shalatmu di kamarmu itu lebih baik bagimu daripada shalatmu di tempat tinggalmu. Dan shalatmu di tempat tinggalmu lebih baik bagimu daripada shalatmu di Masjidku.” (HR. Ahmad).

Lalu setelah ini beliau Radhiyallahu ‘anha shalat di penghujung rumahnya di tempat yang gelap sampai beliau menemui ajalnya.

5. Melaksanakan shalat nafilah (sunnah) di rumah
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Keutamaan shalat seorang laki-laki di rumahnya dengan shalat yang dilihat oleh orang banyak seperti halnya keutamaan shalat fardhu atas shalat sunnah.” (HR. Baihaqi dan dishahihkan olah Albani).

Bukti yang menguatkan hal itu juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shahih:

“Sebaik-baik shalat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat wajib.” (HR. Bukhari dan Muslim).

6. Berhias dengan beberapa adab pada hari Jum’at
Yaitu yang terdapat pada sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa yang mandi (janabat) pada hari Jum’at kemudian berangkat di awal waktu, mendapatkan khutbah pertama, berjalan kaki tidak naik kendaraan, mendekat dari imam, mendengarkan khutbah dan tidak berbicara maka baginya setiap langkahnya adalah (bagaikan) amalan setahun dari pahala puasa dan shalat (taraweh)nya.” (HR. Ahlus Sunan).

Arti: “Ghassala” adalah membasuh kepalanya, dan ada yang mengartikan: “Menggaulinya isterinya agar matanya tidak melihat yang haram pada hari itu. Sedang arti: “Bakkara” adalah berangkat (ke masjid) di awal waktu. Dan “Ibtikara” adalah mendapatkan khutbah pertama.

7. Shalat Dhuha
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Bila masuk waktu pagi maka setiap jari-jari tangan kamu ada kewajiban shadaqah, lalu setiap (bacaan) tasbih adalah shadaqah, tahmid adalah shadaqah, tahlil adalah shadaqah, takbir adalah shadaqah, amar ma’ruf adalah shadaqah, nahi mungkar adalah shadaqah, dan cukup dari itu semuanya dengan shalat dua raka’at waktu Dhuha.” (HR. Muslim).

Makna: “Sulamaa” adalah lipatan-lipatan organ tubuh seseorang yang berjumlah 360 lipatan/engsel. Dan sebaik-baik waktu shalat Dhuha itu tatkala matahari sangat panas, berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Shalat orang-orang yang bertaubat itu ketika anak unta itu terasa sangat panas.” HR. Muslim).

Maksudnya: tatkala anak unta itu berdiri dari tempatnya karena terik matahari yang sangat panas.

8. Menghajikan orang lain atas biayanya setiap setahun
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Kerjakanlah haji dan umrah itu berturut-turut, karena sesungguhnya ia (dapat) menghilangkan kefaqiran dan dosa seperti ubupan (alat peniup api) tukang besi yang menghilangkan karat besi, emas dan perak.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani).

Dan kadang-kadang seseorang tidak bisa melakukan haji setiap tahun, oleh karena itu hendaknya ia menghajikan orang –atas biayanya- yang mampu badannya (dalam mengadakan perjalanan ke Baitullah).

9. Shalat setelah terbitnya matahari
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa shalat subuh dengan berjama’ah kemudian ia duduk sambil berdzikir kepada Allah sampai terbitnya matahari lalu shalat dua raka’at maka baginya seperti ibadah haji dan umrah yang sempurna, yang sempurna, yang sempurna.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Albani).

10. Menghadiri halaqah-halaqah ilmu di masjid
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang berangkat ke masjid dia tidak menginginkan kecuali untuk belajar sesuatu kebaikan atau mengajarinya maka baginya adalah seperti pahala orang yang beribadah haji dengan sempurna.” (HR. Ath-Thabrani dan dishahihkan oleh Albani).

11. Melaksanakan umrah pada Bulan Ramadhan
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Umrah di Bulan Ramadhan sama dengan haji bersamaku.” (HR. Bukhari).

12. Melaksanakan shalat lima waktu di masjid
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa keluar dari rumahnya dalam keadaan suci untuk shalat fardhu maka pahalanya seperti haji.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan olah Albani).

Dan yang lebih utama agar keluar dari rumahnya sudah dalam keadaan suci, bukan bersuci di toilet masjid kecuali dalam keadaan terpaksa dan darurat.

13. Hendaknya berada di shaf yang pertama
Berdasarkan ucapan “irbadh bin sariyah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memintakan ampunan (kepada Allah) bagi orang yang berada di shaf yang pertama tiga kali, dan shaf yang kedua satu kali. (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).

Dan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga yang artinya:

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya membacakan shalawat kepada orang-orang yang ada di shaf pertama.” (HR. Ahmad dengan sanad yang baik).

14. Shalat di Masjid Quba
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang bersuci dari rumahnya kemudian ia datang ke Masjid Quba lalu shalat di dalamnya maka baginya seperti pahala umrah.” (HR. an-Nasai dan Ibnu Majah).

15. Menjadi Tukang Adzan
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Tukang adzan itu akan diampuni (dosanya) sepanjang suaranya (terdengar), dan dibenarkan oleh orang yang mendengarkannya baik basah maupun kering dan juga baginya pahala orang yang shalat bersamanya.” (HR. Ahmad dan an-Nasai).

Apabila anda tidak dapat menjadi tukang adzan itu maka paling tidak anda harus mendapatkan pahala yang setimpal dengannya, yaitu:

16. Untuk mengucapkan seperti yang dikatakan oleh tukang adzan itu
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Katakanlah seperti yang dikatakan oleh muadzin, bila kamu sudah selesai maka mohonlah (kepada Allah) niscaya dia akan memberimu.” (HR. Abu Daud dan an-Nasai).

Maksudnya: memohonlah setelah kamu selesai menjawab muadzin itu.

17. Puasa Ramadhan dan enam hari di Bulan Syawwal setelahnya
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa Puasa Ramadhan kemudian diikuti enam hari di Bulan Syawwal maka (pahalanya) seperti puasa setahun.” (HR. Muslim).

18. Puasa tiga hari setiap bulan (tanggal: 13, 14 dan 15 Bulan Qomariyah)
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa puasa tiga hari dari setiap bulan maka itulah (pahalanya seperti) puasa setahun.” Kemudian Allah menurunkan firman-Nya sebagai pembenaran dalam kitab-Nya yang artinya: “Barangsiapa membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al An’am:160). Satu hari sama dengan sepuluh hari (HR. at-Tirmidzi).

19. Memberi makanan untuk berbuka puasa bagi orang-orang yang berpuasa
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang memberikan makanan untuk berbuka puasa bagi orang yang berpuasa maka baginya seperti pahalaya tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

20. Shalat pada malam Lailatul Qadr
Berdasarkan firman Allah Ta’ala yang artinya:

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr:3).

Maksudnya: lebih baik daripada ibadah selama 83 tahun kira-kira.

21. Jihad
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Kedudukan seseorang dalam shaf (jihad) fi sabilillah lebih baik daripada ibadah enam puluh tahun.” (HR. Hakim dan dishahihkan oleh Albani).

Dan ini merupakan keutamaan kedudukan/posisi dalam shaf (jihad), lalu bagaimana dengan orang yang berjihad fi sabilillah dalam tempo berhari-hari, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun?

22. Ar Ribath (bersiap siaga di perbatasan musuh)
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang tetap bersiap siaga (diperbatasan musuh) fi sabilillah dalam satu hari satu malam maka baginya pahala seperti puasa satu bulan penuh dengan shalat malamnya. Dan barang siapa yang meninggal dalam keadaan bersiap siaga maka baginya seperti itu juga pahalanya, dan ia diberikan rezeki serta diamankan dari fitnah.” (HR. Muslim).

Yang dimaksud dengan “fitnah” disini adalah siksa kubur.

23. Amal shalih pada sepuluh Dzulhijjah
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Tidak ada hari dimana amal shalih dalam sepuluh (Dzulhijjah) lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari lainnya.” Para shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, juga tidak jihad di jalan Allah? Beliau menjawab: Juga tidak jihad di jalan Allah, kecuali orang yang mengeluarkan dengan harta dan jiwanya sementara ia tidak kembali sedkitpun.” (HR. Bukhari).

24.Mengulang-ulangi beberapa surat Al-Qur’an
Berdasarkan sabdanya Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Surat al-Ikhlash sama dengan sepertiga al-qur’an dan surat al-Falaq sama dengan seperempat al-Qur’an.” (HR. ath-Thabarani dan dishahihkan olah Albani).

25. Berdzikir yang pahalanya berlipat ganda dan hal ini banyak (macamnya)
Diantaranya bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika keluar dari (rumah isterinya) Juwairiyah Ummul Mu’minin Radhiyallahu ‘anha disaat pagi hari ketika beliau shalat subuh sedang dia berada di tempat shalatnya. Kemudian Rasulullah pulang setelah shalat dhuha sementara Ummul mu’minin sedang duduk (di tempat shalatnya), seraya beliau bertanya: “Masihkah engkau dalam keadaan yang tatkala aku tinggalkan?” Ummul mu’minin menjawab: Ya, benar. Lalu beliau bersabda:

“Aku telah mengucapkan empat kalimat tiga kali setelahmu seandainya kalimat-kalimat itu ditimbang dengan apa yang kamu ucapkan mulai hari ini pasti (kalimat-kalimat itu) akan lebih berat, yaitu: “Subhaanallahi wa bihamdihi ‘adada khalqihi waridhaanafsihi wazinata’arsihi wamidaada kalimaatihi: maha suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Yang menghitung ciptaan-Nya, Yang ridha dengan Dzat-Nya, berat ‘arsi-Nya dan tinta kalimat-kalimat-Nya.” (HR. Muslim).

Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘anhu berkata: nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam melihatku dan aku sedang menggerakkan bibirku lalu beliau bertanya: “Apa yang kamu ucapkan wahai Abu Umamah? Saya menjawab: Saya berdzikir dan menyebut Allah. Kemudian (beliau mengajariku) lalu bersabda:

“Maukah kamu aku tunjukkan kepada yang lebih banyak (pahalanya) dalam berdzikir kepada Allah di siang hari dan malam hari? Maka ucapkanlah: “Walhamdulillahi mil amaa ahshaa kitaabahu, walhamdulillahi ‘adada kulla syay in, walhamdulillahi mil a kulla syay in: segala puji bagi Allah Yang Menghitung apa yang diciptakan-Nya, segala puji bagi-Nya sepenuh apa yang diciptakan-Nya, segala puji bagi-Nya yang Menghitung apa yang (terdapat) dalam langit dan bumi, segala puji bagi-Nya Yang menghitung apa yang (termaktub) dalam kitab-Nya, segala puji bagi-Nya sepenuh apa yang (termaktub) dalam kitab-Nya, segala puji bagi-Nya Yang Menghitung segala sesuatu, dan segala puji bagi-Nya sepenuh segala sesuatu.”
“Dan hendaklah kamu bertasbih kepada Allah seperti itu” Lalu beliau meneruskan sabdanya: “Pelajarilah (do’a-do’a ini) dan ajarilah orang-orang setelahmu.” (HR. ath-Thabarani dan dishahihkan oleh Albani).

26. Istighfar yang berlipat ganda
Berdasarkan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Barangsiapa yang memintakan ampunan bagi orang-orang mu’minin maupun mu’minah Allah akan menulis dari seperti mu’minin maupun mu’minah sebagai satu kebajikan.” (HR. ath-Thabarani dan dishahihkan oleh Albani).

27. Melaksanakan kepentingan manusia
Berdasarkan sabda Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Sesungguhnya bila aku berjalan dengan saudaraku muslim untuk memenuhi suatu hajatnya lebih saya cintai daripada saya beri’tikaf di masjid selama satu bulan.” (HR. Ibnu Abi Dun-yaa dan dihasankan oleh Albani).

28. Perbuatan-perbuatan yang pahalanya senantiasa mengalir sampai setelah mati
Yaitu yang dijelaskan dalam hadits Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Ada empat macam pahala yang selalu mengucur (walaupun) setelah meninggal: “Seseorang yang selalu siap siaga (di perbatasan musuh) di jalan Allah, seseorang yang mengajarkan suatu ilmu maka pahalanya akan selalu mengucur selama ilmu itu diamalkan, seseorang yang memberi shadaqah maka pahalanya akan selalu mengucur (kepadanya) selama (shadaqah tersebut) dipergunakan dan seorang ayah yang meninggalkan anak yang shalih yang mendo’akan kepadanya.” (HR. Ahmad dan Thabrani).

29. Mempergunakan waktu
Hendaknya seorang muslim menggunakan waktunya dengan ketaatan (kepada Allah). Seperti membaca al-Qur’an, berdzikir, ibadah, mendengarkan kaset-kaset yang bermanfaat agar waktunya tidak sia-sia belaka agar ia tidak dilalaikan dimana saat itu tidak bermanfaat lagi kelalaian, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang artinya:

“Dua nikmat yang (sering) dilupakan oleh kebanyakan orang, yaitu: kesehatan dan kekosongan (waktu).” (HR. Bukhari).

Allah-lah yang Maha Memberikan taufiq kepada kita semua agar umur kita dipanjangkan oleh-Nya dalam kebaikan. Dan dapat mempergunakan kesempatan-kesempatan yang berlipat ganda (pahalanya) dimana kebanyakan orang melalaikannya.

Diketik ulang oleh Rudi Elprian dari buletin Jeddah Dakwah Center

Kategori:Umum
  1. Aep Abu Ubaidillah
    September 19, 2011 pukul 4:48 pm

    Assalammu’alaikum ustadz,

    artikel ini & artikel2 lainya, mohon berkenan dikirim ke alamat alamat imel ana juga di:
    aep.saepuloh@icbp.indofood

    Syukron, jazakallohu khoir
    Abu Ubaidillah Aep

  2. rizal fadila
    November 12, 2011 pukul 10:59 am

    ana ijin share beberapa artikel ustadz..

  3. mahmud
    Januari 1, 2012 pukul 6:23 am

    Izin Share For All. Assalammu`alaikum wr wb
    : Wajib hukumnya bagi umat Islam secara individu atau berjamaah memberantas Pungli,Korupsi,Kolusi dan pelanggaran hukum berat lainnya di segala level disetiap Instansi / kantor Pemerintah serta menggantikannya yg lebih baik / layak.
    firman allah swt : tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS AL Maidah : 2 ).
    Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.(QS Al Anfal:27 ).
    . Sabda Nabi SAW : Demi Allah, sekiranya Fatimah putri Muhammad mencuri, niscaya akan aku potong tangannya. (Shahih Muslim No.3196).
    Penegak hukum dpt bertindak bila : Berdasarkan laporan /Pengaduan/ tertangkapkan tangan / Di ketahui sendiri.
    Bila oknum polisi maka dilaporkan ke Kantor Provost Polisi / POLDA. dan oknum TNI dilaporkan k Provost TNI / Polisi Militer.
    Sebaiknya pelapor mencatat Tempat dan waktu kejadian perkara,Nama & jabatan ,instansi ( Identitas oknum ) ,tgl pelaporan,dan memonitor perkembanganya ,berjamaah lebih baik.
    *Cinta negara :menjunjung tinggi moral dan membangun ekonomi bangsa.

  4. Januari 29, 2012 pukul 2:55 pm

    :)

  5. Edi Mazwar
    Februari 21, 2012 pukul 8:56 pm

    Semoga setelah membaca poin2 ini. .dpat dterapkan dalam kehidupan. .amien. .

  6. Maret 6, 2012 pukul 2:41 pm

    syukran ustadz atas juhud antum dalam berdakwah di dunia maya,semoga allah memberkahi antum dan sekeluarga………………….!!!!!!!!!!!

  7. Mei 22, 2012 pukul 11:55 pm

    Subhanallah..jazakallah ilmunya pak ustadz…

  8. Mei 24, 2012 pukul 11:18 am

    afwan ustad fariq, boleh ana mengcopy artikel ustad?ana ingin memasangnya di blog ana ustad :)

  9. Mohammad
    Juni 4, 2012 pukul 10:39 am

    Alhamdulillah. Akhirnya ketemu blognya….

  10. hamba alloh
    Juni 17, 2012 pukul 9:15 pm

    Subhanalloh …

  11. monida
    Oktober 13, 2012 pukul 2:29 pm

    Mengingat Allah disetiap waktu merupakan suatu kemenangan bagi orang yang melakukannya..ya Allah …. tetapkan hati kami untuk senantiasa menggingat Mu..

  12. November 25, 2012 pukul 6:25 am

    Reblogged this on ibnu abbas al-matrowy.

  13. Desember 12, 2012 pukul 9:47 am

    alhamdulillah artikelnya bagus banget manfaat bagi yang membacanya

  14. syhruddin
    Desember 18, 2012 pukul 6:52 am

    Alhamdulillah bagus sekali, mhn izin kopi, syukron.

  15. Januari 26, 2013 pukul 9:15 am

    Aq suka ini

  16. Februari 16, 2013 pukul 12:05 pm

    Alhamdulilah, terimakasih sajian ibadahnya, Insya Allah berkah, Semoga Allah memberi balasan kebaikan selamanya. Aamiin.

  17. gethuk pune
    April 17, 2013 pukul 5:46 am

    Tolong kirimkan ini ke e-mail saya :
    athafazadima@yahoo.co.id

  18. Mei 21, 2013 pukul 12:09 pm

    Terimakasih ustad atas penjelasan amalannya…

  19. rona
    Juli 2, 2013 pukul 11:52 am

    pencerahan jiwa yang sempurna

  20. helmyghazy
    Oktober 10, 2013 pukul 8:33 pm

    keren :D

  21. syarifah aini prb
    Januari 8, 2014 pukul 3:08 pm

    dgn membaja ini q jadi tau, trims ya ?

  22. Maret 14, 2014 pukul 7:30 am

    ijin simpan ustad

  23. Maret 31, 2014 pukul 7:32 pm

    alhamdulillah ane dpt ilmu lagi sukron ustad

  24. Mei 12, 2014 pukul 7:17 am

    izin nyimpan ustadz

  25. September 22, 2014 pukul 1:08 pm

    بِسْــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْـــــمِ

    ASSALAMU’ALAIKUM WR.WB.,. BANGGAMU ITU AKAN MENGHAPUS AMALMU 70 TAHUN !!! KUAWALI TULISAN INI DENGAN KATA “HIDUP SEKALI HARUS BERARTI”, KARENA KETIKA SEKALI SUKSES DI DUNIA MAKA SELAMA-LAMANYA AKAN BAHAGIA DI AKHERAT KELAK. KITA TAHU DUNIA ADALAH LADANG TEMPAT UNTUK MENANAM, APABILA KITA MENANAM KEBAIKAN MAKA DI AKHERAT KEBAIKAN PULALAH YANG KITA PETIK, DAN APABILA APABILA KITA MENANAM KEBURUKAN MAKA DI AKHERAT KEBURUKANLAH YANG KITA DAPAT. PASTI SEMUA TIDAK INGIN HIDUP YANG HANYA SEKALI INI TIDAK BERARTI, KITA INGIN SURGA? MAKA TANAMANLAH BIBIT-BIBIT SURGA DI DUNIA JANGAN BERHANDAI-HANDAI KITA AKAN MASUK SURGA, JIKALAU BIBIT-BIBIT SURGA TIDAK KITA TANAM DI DUNIA INGAT… DI SURGA TIDAK ADA ORANG SOMBONG,DI SURGA TIDAK ADA ORANG HASUD,DI SURGA TIDAK ADA ORANG BANGGA,DI SURGA TIDAK ADA ORANG YANG SALING FITNAH MENFITNAH,DI SURGA TIDAK ADA IRI HATI MAUPUN DENGKI, DAN DI SURGA TIDAK ADA MERASA AKU PALING BAIK, BERBEDA DI NERAKA, KEBALIKAN DARI SURGA, MERASA SOMBONG, BANYAK HASUD, MERASA BANGGA SALING FITNAH MENFITNAH,SALING IRI HATI MAUPUN DENGKI, DAN SALING MERASA AKU PALING BAIK! MAKA JANGAN BERHANDAI-HANDAI MATI LALU MASUK SURGA,TIDAK! MARI SEJENAK KITA MERENUNG, BIBIT-BIBIT MANAKAH YANG KITA TANAM SEKARANG? SUDAHKAH BIBIT-BIBIT SURGA ITU KITA TANAM DIDALAM HATI KITA? ATAU MALAH SEBALIKNYA BIBIT-BIBIT NERAKALAH YANG KITA TANAM DIDALAM HATI KITA..? RASULULLAHPUN PERNAH BERSABDA: “TIDAK AKAN MASUK SORGA ORANG YANG DALAM LUBUK HATINYA ADA RASA SOMBONG, SEKALIPUN HANYA SEKECIL DZARRAH/ ATOM” ADA SEBUAH KISAH HIKMAH YANG BISA KITA AMBIL SUATU SAAT ADA ULAMA BESAR YANG TERKENAL AHLI MUKASYAFAH (TAHU ISI HATI ORANG LAIN), SAAT ITU ADA BEBERAPA ULAMA BERTAMU KEPADA ULAMA BESAR ITU. SATU DEMI SATU ULAMA YANG BERTAMU ITU DI PERSILAHKAN MASUK, AKAN TETAPI ADA ULAMA SATU YANG DIBIARKAN BEGITU SAJA TIDAK BOLEH MASUK KEDALAM RUMAHNYA, AKHIRNYA SETELAH SEMUA ULAMA PULANG TIBALAH ULAMA ITUPUN DIPANGGIL, DAN SETELAH DUDUK BERHADAPAN ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU, SI ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU TIDAK MENOLEH DAN MENGHIRAUKAN SAMA SEKALI. ULAMA YANG BERTAMU ITU HANYA BISA DIAM SERIBU BAHASA, TANPA BERANI BERBICARA, AKHIRNYA ULAMA ITU SEDIKIT MEMBERANIKAN DIRI UNTUK BERBICARA KEPADA ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU… “WAHAI SYEIHK, MENGAPA SEKIAN LAMA ENGKAU DIAM, TIDAK MENGHIRAUKANKU? APAKAH AKU INI ORANG JAHAT? APAKAH PERBUATANKU JELEK? ATAU AMAL-AMALKU BUSUK? ATAUKAH ENGKAU TAKABUR MERASA LEBIH MULIA, LEBIH TERHORMAT DAN LEBIH BAIK DARIPADA AKU?” TANYA ULAMA YANG BERTAMU ITU AKHIRNYA ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU ITU BERKATA “BUKAN BEGITU WAHAI KYAI, AKU DIAM MEMBIARKANMU BUKAN KARENA AKU SOMBONG MERASA LEBIH BAIK, TAKABUR MERASA LEBIH MULIA DARIPADA KAMU, AKAN TETAPI AKU TIDAK MENGHIRAUKAN ENGKAU KARENA AKU KASIHAN KEPADAMU, AKU DIBERITAHU ALLAH DENGAN KEADAANMU SESUNGGUHNYA, MAKANYA AKU INGIN BERBICARA 4 MATA DENGANMU!” “MAKSDUNYA SYEIHK?” TANYA HERAN ULAMA YANG BERTAMU ITU “KITA SAMA-SAMA TAHU BAHWA DUNIA INI ADALAH TEMPAT MENANAM DAN KELAK HASILNYA AKAN DIPETIK SETELAH KITA MENINGGALKAN DUNIA KELAK” LANJUT ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU “AKU TAHU DIRIMU ITU ADALAH ORANG ULAMA, PUNYA SANTRI RIBUAN, KAMU SUDAH TERKENAL SEANTERO NEGERI INI, ORASI-ORASIMU ITU BISA MENIMBULKAN SEMANGAT BERJUANG BAGI SIAPA SAJA YANG MENDENGANR, DAN AKU JUGA TAHU BAHWA KAMU ADALAH AHLI IBADAH, PUASA SUNNAHMU TIDAK PERNAH LEPAS, SHOLAT MALAMMU SELALU TERJAGA, KEPADA FAKIR MISKIN ENGKAU JUGA SANGAT PERHATIAN” JAWAB ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU… “LANTAS APA KESALAHANKU WAHAI SYEIHK?” TANYA HERAN ULAMA ITU “TAPI SAYANG TAMANMU ITU GERSANG, LADANGMU ITU TANDUS, AKBITNYA TANAMAN YANG ENGKAU TANAM TIDAK AKAN PANEN DI AKHERAT KELAK” TERKAGETLAH ULAMA ITU “MENGAPA SEPERTI ITU SYEIHK?” “IYA, SEBAB YANG ENGKAU TANAM DI DUNIA ITU ADALAH TANAH GERSANG, TANAH YANG TANDUS, BUKAN TANAH YANG SUBUR, SEHINGGA TANAMAN YANG KAU ENGKAU TANAM ITU SIA-SIA TIDAK TIDAK BERBUAH APAPUN” “LANTAS YANG DIMAKSUD TANAH YANG TANDUS ITU APA WAHAI SYEIHK?” TANYA ULAMA ITU “KAU TAHU BAHWA HATIMU ADALAH LADANG, LADANG UNTUK MENANAM BIBIT KEBAIKAN, TAPI SAYANG KETIKA KAMU MENANAM BIBIT KEBAIKAN ITU, PADA SAAT KAU MENANAM ITU HATIMU JAHAT, SUKA MENGGUNJING ORANG LAIN, SUKA MERENDAHKAN ORANG LAIN, SUKA MEREMEHKAN ORANG LAIN, DAN SUKA MENFITNAH ORANG LAIN, DAN SUKA MENGADU DOMBA ORANG LAIN, MAKA PADA SAAT ITU BIBIT-BIBIT KEBAIKANMU TIDAK TUMBUH, BIBIT-BIBIT SURGAMU ITU MATI KARENA SAAT ITULAH AKAN TERHAPUS AMAL-AMALMU” LANJUT ULAMA AHLI MUKASYAFAH ITU “DAN TANAMAN YANG BERSAMAAN YANG ENGKAU TANAMAN ITU ADA PENYAKIT UJUBNYA” “DIMANA UJUB ITU WAHAI SYEIHK?” “KETIKA KAMU MENJADI KYAI BANGGA, KAMU MENJADI ORANG BAIK BANGGA, KAMU DIHORMATI BANYAK ORANG BANGGA, MAKA BANGGAMU ITULAH YANG MENGHAPUS SEMUA AMALMU YANG KAU TANAM SAAT ITU JUGA”… INGAT RASULULLAH PERNAH BERSABDA “BANGGAMU ITU AKAN MENGHAPUS AMALMU 70 TAHUN!” (HR. DAILAMI) SETELAH MENDAPAT TEGURAN KERAS, MENANGISLAH ULAMA ITU SEJADI-JADINYA, SAMBIL BERKATA “TERNYATA AKULAH ORANG YANG PALING HINA, TERNYATA AKULAH ORANG YANG PALING RENDAH DAN BERLUMURAN DOSA, AKUPUN TAK PANTAS MASUK DALAM SURGAMU, APALAGI BERTEMU DENGANMU” “YAA ALLAH AMPUNILAH DOSA-DOSA HAMBAMU YANG LEMAH DAN HINA INI, BIARPUN AKU MASUK NERAKA, JANGAN KAU LEPAS KASIH SAYANGMU UNTUKKU.”

    IKHLAS – ILMU TERTINGGI DI ALAM SEMESTA, ADALAH SEBUAH ENERGI ILAHI YANG MEMPUNYAI PERAN YANG SANGAT BESAR DALAM KEHIDUPAN MANUSIA DI MUKA BUMI INI. JUGA MERUPAKAN SUMBER DARI SELURUH ENERGI YANG ADA DI ALAM SEMESTA INI DENGAN INTINYA ADALAH MANUSIA ITU SENDIRI. MAKANYA IKHLAS INI SANGAT SUBJEKTIF ADANYA, DAN BEGITU BANYAK TERMINOGI YANG MENDEFINISIKAN TENTANG IKHLAS INI. MESKI MAKNA DAN NILAI SERTA TUJUANNYA ADALAH SAMA YAKNI BAGAIMANA KITA MELAKUKAN PENYERAHAN DIRI SECARA TOTALITAS KEPADA ALLAH SWT. NAMUN SEBAGAI WUJUD KONKRITNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI BEGITU SULIT UNTUK MENGAPLIKASIKANNYA !” MAKA DARI ITU SAKING TIDAK MUDAHNYA, SUDAH MENJADI BUKAN RAHASIA UMUM LAGI BAGI YANG MENDALAMI PEMAHAMAN TASAWUF, IKHLAS ADALAH MERUPAKAN ILMU YANG TERTINGGI DI ALAM SEMESTA INI… MEMAKNAI SEBUAH IKHLAS ATAU KEIKHLASAN MEMANG TIDAK SEMUDAH YANG DIBAYANGKAN ! DIPERLUKAN SEBUAH LATIHAN YANG TENTUNYA DIDASARI OLEH SEBUAH PEMAHAMAN SERTA KEIMANAN DAN KEYAKINAN YANG UTUH KEPADA ALLAH SWT. DITAMBAH DENGAN MENTAL SERTA DAYA JUANG YANG KUAT UNTUK MENCAPAINYA. KETIKA KITA DIHADAPKAN OLEH SEBUAH REALITA YANG BURUK DALAM HIDUP INI, MAKA DISINILAH PERAN IKHLAS INI KITA FUNGSIKAN. BAHKAN DISAAT SENANG KITA JUGA DITUNTUN UNTUK SELALU DALAM KEADAAN IKHLAS. MEMANG LETAK SULITNYA DALAM KEHIDUPAN INI ADALAH KETIKA MANUSIA DITUNTUT UNTUK SELALU IKHLAS DALAM KEADAAN APAPUN SUKA MAUPUN DUKA… LEBIH LANJUT MEMAKNAI SEBUAH KEIKHLASAN INI ADALAH BAGAIMANA DIRI KITA SELALU DIKONDISIKAN DALAM KEADAAN KOSONG ATAU NOL, BAIK ITU DENGAN SHOLAT MAUPUN ZIKIR. DENGAN BEGITU KITA SELALU BERSIH SUCI, TANPA NODA, SEKALI ADA NODA TERBERSIHKAN DENGAN IKHLAS INI. BANYAK JALAN MENUJU TITIK IKHLAS. DIANTARANYA DENGAN SHOLAT JUGA ZIKIR ATAUPUN TADARRUS AL-QURAN. NAMUN INI MASIH SEBUAH ESENSINYA, DAN EKSISTENSINYA SENDIRI KITA SERAHKAN DIRI KITA SECARA TOTAL HANYA KEPADA ALLAH, LALU KEMUDIAN KITA TUTUP DENGAN ZIKIR SEBANYAK-BANYAKNYA, SE-KHUSYUK MUNGKIN ! KALAU PERLU DAN MAMPU TANPA PUTUS. YANG ADA HANYA KEKOSONGAN DAN KEPASRAHAN. KETENANGAN DAN KEDAMAIAN YANG LAUR BIASA. SEMUANYA MENUJU KE SATU TITIK YAKNI IKHLAS. WALAPUN DEMIKIAN UNTUK MELAKSANAKAN IBADAH TERSEBUT SAJA, TERKADANG SANGAT SULIT DAN TERASA BERAT UNTUK MELAKUKANNYA. PADAHAL DISINILAH SEBUAH TITIK AWAL DARI SEBUAH PROSES KEIKHLASAN ITU KITA INGIN CAPAI… BUKAN HANYA ITU KETIKA KITA TERBIASA UNTUK SELALU IKHLAS DENGAN MERASAKAN DAN MASUK KEDALAM SEBUAH EKSISTENSINYA, EKSISTENSI ALLAH SWT, MAKA BERKAH, RAHMAT, SERTA KESELAMATAN, KEBAHAGIAAN DAN SEBAGAINYA AKAN DENGAN MUDAH KITA RAIH. KUALITAS DIRI KITA SEBAGAI MANUSIA DALAM MENITI AKTIFITAS DALAM KEHIDUPAN INI SEMUANYA TEREALISASI DENGAN PENUH BERKAHNYA LAHIR MAUPUN BATIN. SEMUA ITU ADALAH MANIFESTASI DARI IKHLAS… BEGITU LUASNYA MAKNA DARI IKHLAS INI, SEHINGGA BAGI PARA AHLI-AHLI SUFI MEMBERIKAN BERBAGAI INTERPRETASI DARI HASIL PENCEBURAN DIRINYA DALAM LAUTAN IKHLAS INI BAHWA DENGAN BERJUANG DALAM EKSISTENSI IKHLAS DALAM KEHIDUPAN DI DUNIA FANA INI ADALAH MERUPAKAN SALAH SATU DARI MAKNA JIHAD UNTUK BERTEMU DENGAN ALLAH SWT, DENGAN BEGITU SECARA TERSURAT DAN TERSIRAT MENGATAKAN INILAH SEBUAH ILMU TERINGGI YANG DIBERIKAN OLEH MANUSIA, SEBUAH PEMAHAMAN YANG HAKIKI DI ALAM SEMESTA INI. BARANGKALI KITA MASIH INGAT SEBUAH SINETRON YANG DIBINTANGI OLEH DEDDY MIZWAR, SEBUAH SINETRON RELIGIUS DENGAN TEMA YANG DIDALAMNYA ADALAH BAGAIMANA MANUSIA BISA MEMAKNAI “ILMU IKHLAS” DALAM LAKU SEHARI-HARI. BEGITU JUGA BUKU YANG DIKARANG OLEH ERBE SENTANU, BERJUDUL “QUANTUM IKHLAS” YANG SEMPAT POPULAR DI INDONESIA, SEMUANYA ITU MEMBERIKAN SEBUAH PEMAHAMAN BAHWA IKHLAS MEMANG ADALAH SEBUAH FENOMENA MANUSIA DI DUNIA INI UNTUK BEGAIMANA KITA BISA MENGAMALKANNYA KAPAN DAN DIMANA SAJA… DALAM MENULIS SEKALIPUN YANG DISERTAI KOMENTAR-KOMENTAR YANG DIBERIKAN OLEH ORANG LAIN, ENTAH ITU BAIK ATAU BURUK TETAP KITA EKSPRESIKAN DENGAN MEMBALAS KOMENTAR TERSEBUT DENGAN ENERGI-ENERGI KEIKHLASAN. SANGAT JELAS TERLIHAT JIKA ADA KOMENTAR-KOMENTAR YANG DILAKUKAN TIDAK DILANDASI DENGAN IKHLAS, YANG TERKESAN DENGAN GAYA BAHASA INTONASINYA. PADAHAL, KOMENTAR YANG DIJAWAB DENGAN ENERGI IKHLAS KETIKA KITA MEMBACANYA TERJADI SEBUAH KONEKSITAS ANATARA YANG MENULIS DAN YANG MEMBACA, ANTARA PENULIS DENGAN YANG KOMENTATOR TULISAN TERSEBUT, ANTARA KOMENTATOR SATU DENGAN YANG LAINNYA SEMUA SALING TERKONEKSI MENJADI SATU DAN SALING TARIK MENARIK DENGAN SATU ENERGI IKHLAS YANG MEMANG HANYA HANYA SATU… ITULAH MAKNA IKHLAS YANG MAHA LUAS, SEBUAH PEMAHAMAN YANG DI TELAH LAMA DICARI OLEH MANUSIA-MANUSIA DI MUKA BUMI INI, MANUSIA-MANUSIA YANG SELALU TERTUNTUN DENGAN KESADARAN TERTINGGINYA UNTUK MEMAHAMI BAHWA MEREKALAH MANUSIA-MANUSIA YANG DIBERIKAN KARUNIA SEBAGI MAHKLUK YANG MEMILIKI DERAJAT TERTINGGI DI ALAM SEMESTA INI. DENGAN DEMIKIAN SALAH SATU KUNCI UNTUK MEMBUKA JALAN MENUJU PROSES MENCAPAI ILMU TERTINGGI ADALAH IKHLAS, YANG SEKALIGUS JALAN MENUJU SEBUAH PENGENALAN JATI DIRI KITA SEBAGAI MANUSIA… AKHIR DARI TULISAN SEDERHANA DAN TIDAK ADA APA-APANYA INI, SAYA HANYA BERHARAP KEPADA SELURUH SAUDARA-SAUDARI YANG SAYA MULIAKAN, BAGI YANG SEMPAT MEMBACANYA, UNTUK MARILAH KITA MENGHAYATI MAKNA TOTALITAS KEIKHLASAN DALAM FENOMENA KEHIDUPAN INI DENGAN PENUH PENGHAYATAN DAN PENGAMALAN. SAMA SEPERTI FENOMENA ALUR NAFAS KITA YANG KELUAR MASUK SESUAI DENGAN RITMENYA, NAMUN INTINYA MUTLAK ADA DALAM DIRI KTA… HAI ORANG-ORANG YANG BERIMAN, BERTAKWALAH KEPADA ALLAH DAN HENDAKLAH SETIAP DIRI MEMPERHATIKAN APA YANG TELAH DIPERBUATNYA UNTUK HARI ESOK (AKHIRAT); DAN BERTAKWALAH KEPADA ALLAH SESUNGGUHNYA ALLAH MAHA MENGETAHUI APA YANG KAMU KERJAKAN.” (AL-HASYR (59) : 18).”

    “ALLAH BERI APA YG KITA BUTUHKAN, BUKAN YG KITA INGINKAN”

  26. Oktober 8, 2014 pukul 4:47 pm

    Given that smaller sized living locations are becoming
    regular, this may shrink your treasured counter area.

    Thus they listed the vibrator among five the first electric-powered mechanisms.
    Its built are just fantastic that is enough to convince us before making the final payment for it.

  1. September 12, 2011 pukul 6:05 pm
  2. Januari 10, 2013 pukul 4:17 pm
  3. Januari 17, 2013 pukul 8:24 am
  4. Januari 17, 2013 pukul 8:25 am

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: