Beranda > Umum > Kisah Nyata, Kesaksian Abdullah Bani’mah (2)

Kisah Nyata, Kesaksian Abdullah Bani’mah (2)

18. Membersihkan Hati dari Cinta Dunia (2)

Hendaklah kita mengeluarkan dunia dari hati kita, jangan sampai kita diperbudak oleh dunia. Hendaknya akhirat lebih kita utamakan dari dunia. Caranya dengan dua jalan.

Pertama: Memohon bantuan dan pertolongan kepada Allah.

Diantaranya dengan doa yang diajarkan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,

اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي دِينِي الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِي وَأَصْلِحْ لِي دُنْيَايَ الَّتِي فِيهَا مَعَاشِي وَأَصْلِحْ لِي آخِرَتِي الَّتِي فِيهَا مَعَادِي وَاجْعَلْ الْحَيَاةَ زِيَادَةً لِي فِي كُلِّ خَيْرٍ وَاجْعَلْ الْمَوْتَ رَاحَةً لِي مِنْ كُلِّ شَرٍّ

“Ya Allah perbaikilah agamaku untukku yang ia merupakan benteng pelindung bagi urusanku, perbaikilah dunia untukku yang ia menjadi tempat hidupku, perbaikilah akhiratku yang ia menjadi tempat kembaliku. Jadikanlah kehidupan ini sebagai tambahan bagiku dalam setiap kebaikan, serta jadikanlah kematian sebagai kebebasan bagiku dari segala kejahatan.” (HR Muslim)

اللهم اقسم لنا من خشيتك ما تحول به بيننا و بين معاصيك و من طاعتك ما تبلغنا به جنتك و من اليقين ما تهون به علينا مصائب الدنيا, اللهم متعنا بأسماعنا و أبصارنا و قواتنا ما أحييتنا و اجعله الوارث منا و اجعل ثأرنا على من ظلمنا و انصرنا على من عادانا و لا تجعل مصيبتنا في ديننا و لا تجعل الدنيا أكبر همنا و لا مبلغ علمنا و لا تسلط علينا من لا يرحمنا .

“Ya Allah, anugerahkanlah untuk kami rasa takut kepada-Mu, yang dapat menghalangi antara kami dan perbuatan maksiat kepada-Mu, dan (anugerahkanlah kepada kami) ketaatan kepada-Mu yang akan menyampaikan Kami ke surga-Mu dan (anugerahkanlah pula) keyakinan yang akan menyebabkan ringannya bagi kami segala musibah dunia ini. Ya Allah, anugerahkanlah kenikmatan kepada kami melalui pendengaran kami, penglihatan kami dan dalam kekuatan kami selama kami masih hidup, dan jadikanlah ia warisan dari kami. Jadikanlah balasan kami atas orang-orang yang menganiaya kami, dan tolonglah kami terhadap orang yang memusuhi kami, dan janganlah Engkau jadikan musibah kami dalam urusan agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia ini sebagai cita-cita terbesar kami dan puncak dari ilmu kami, dan jangan Engkau jadikan orang-orang yang tidak menyayangi kami berkuasa atas kami” (HR Tirmidzi dan Hakim dan dihasankan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Al Jamius Shaghir)

Kedua: Dengan banyak melakukan segala macam ketaatan dan meninggalkan segala bentuk kemaksiatan.

Seandainya kita diberi minuman di gelas berisikan air cuka, garam, terasi, saos tomat dan sambal tentu kita tidak akan meminumnya. Tapi jika gelas yang berisikan air yang kotor tadi kita alirkan air mineral yang bening dan sehat dari dispenser maka semakin banyak air mineral tadi kita alirkan ke gelas tersebut,  kotoran di gelas akan keluar. Hasilnya, air di gelas tersebut bening dan bersih, siap untuk diminum menghilangkan dahaga.

Wahai saudara-saudaraku, hati ini bagaikan gelas atau nampan yang berisikan kotoran dunia. Allah Subhanahu Wata’ala memberikan kepada kita empat keran untuk membersihkan gelas tersebut. Empat keran yaitu mata, telinga, lisan dan pikiran. Anda melihat dunia, mendengar tentang dunia, berbicara tentang dunia dan berpikir tentang dunia sehingga jadilah hati ini cenderung kepada dunia.

Hendaklah jika Anda memandang sesuatu, perhatikan tentang keagungan ciptaan Allah, tentang hikmah Allah. Anda melihat orang yang lumpuh di depan anda, hendaklah berpikir bagaimana orang ini makan? Bagaimana minum? Mungkinkah aku menjadi lumpuh seperti dia? Dengan melihat orang yang lumpuh, hatimu menjadi lembut, tumbuh perasaan takut kepada Allah, Anda bersyukur kepada Allah atas nikmat kesehatan.

Hati yang penuh dengan kotoran duniawi, hendaklah engkau masukkan ke dalam hati tersebut air keimanan, dan air keimanan ada bersama teman yang saleh yang akan membantumu dalam hal ketaatan kepada Allah. Sebuah titik putih ibarat tawas berupa secercah senyuman di hadapan wajah saudaramu. Sebuah titik putih berupa amar ma’ruf nahi munkar, bersedekah, berbakti kepada kedua orang tua, bersilaturahim, menjenguk orang sakit, ini semuanya adalah curahan air keimanan ke dalam hatimu hingga keluarlah segala kotoran duniawi dengan izin Allah.

Anda berpikir dan merenung tentang firman Allah, Anda mendengarkan atau membaca firman Allah, maka kotoran dunia  akan keluar dari hatimu,  insya Allah. Aku berpesan kepadaku dan Anda sekalian agar memberikan perhatian serius untuk memperbaiki hati kita.

Allah berfirman, artinya,

“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.

Katakanlah, “Maukah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Bagi orang-orang yang bertakwa (tersedia) di sisi Tuhan mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan pasangan-pasangan yang suci, serta ridha Allah. Dan Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya.

(Yaitu) orang-orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, kami benar-benar beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan lindungilah kami dari adzab neraka.”

(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.” (QS Ali Imran: 14-17)

(Saat Hidayah Menyapa, Fariq Gasim Anuz, Daun Publishing, Cetakan Pertama, Sya’ban 1431 H / Agustus 2010 M)

  1. Agustus 26, 2010 pukul 5:49 pm

    assalamu’alaikum….ustadz
    izin share artikelnya

  2. September 16, 2010 pukul 12:58 pm

    izin berbagi juga…

  3. Shof-1
    Oktober 15, 2010 pukul 10:27 am

    ASSALAMUALAIKUM. WR. WB
    Ust ana juga mnt izin untuk mengambil faedah dari tulisan antum, semoga Allah swt selalu memberkati anda.
    ana merasa menemukan mata air ketika membuka dan membacar artikel antum, BAAROKALLAHU FIIKUM WA JAZAKUMULLAH AHSANA JAZA

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: